PPNI


BAB  I

 

P E N D A H U L U A N

  1. A. Latar Belakang

Pengakuan tentang keperawatan sebagai suatu profesi di Indonesia dimulai sejak adanya lokakarya Nasional pada Januari 1983. sejak itulah dimulainya proses profesionalisme dalam keperawatan dan akan terus berlangsung sampai terwujudnya keperawatan sebagai profesi yang andal dan diakui diantara profesi kesehatan lainnya.

Terwujudnya keperawatan sebagai profesi yang mandiri dan tangguh sangat tergantung pada sejauh mana organisasi profesi keperawatan melaksanakan peran dan tanggung jawabnya sebagai suatu organisasi.

Menurut International Council of Nurses dikutip dari Report on The Regulation of Nursing, 1985, Organisasi profesi adalah organisasi yang terdiri dari para praktisi yang menetapkan diri sebagai ahli yang mampu dan bergabung bersama melaksanakan fungsi social yang tidak dapat dilakukan sendiri-sendiri, serta merupakan asosiasi yang bersifat sukarela. Organisasi profesi bertujuan untuk mencapai persatuan dan kesatuan yang kokoh diantara anggotanya, peningkatan mutu dan kesejahteraan anggotanya disertai peningkatan mutu pelayanan, serta terjalinnya hubungan kerjasama yang baik dengan organisasi profesi yang lain

Persatuan Perawat Nasional Indonesia ( PPNI ) adalah perhimpunan seluruh perawat di Indonesia, yang didirikan pada tanggal 17 maret 1974. sebagai fusi dari beberapa organisasi keperawatan yang ada sebelumnnya. Sebagai satu-satunya organisasi profesi bagi masyarakat keperawatan Indonesia, PPNI memegang peranan yang sangat penting dalam pengembangan keperawatan untuk mewujudkan keperawatan sebagai suatu profesi yang mandiri, tangguh dan diakui oleh organisasi profesi yang lain dan mendapat penghargaan dari masyarakat umum.

Untuk mewujudkan hal tersebut PPNI telah melakukan berbagai upaya yang antara lainnya; membenahi sistem pendidikan keperawatan berkualitas yang berorientasi pada kebutuhan masyarakat dan kebutuhan profesi, membenahi sistem pelayanan keperawatan, memberikan perlindungan hukum pada anggotanya melalui  pemberlakuan legislasi, registrasi, dan lisensi.

Namun jangankan untuk mendapat pengakuan dari organisasi profesi yang lain, masyarakat keperawatan sendiri masih ada yang belum mengenal “ apa itu PPNI “ dan “ Bagaimana peran dan tugasnya dalam memajukan dunia Keperawatan di Indonesia “.

Oleh karena itu penulis tertarik untuk membahas masalah tersebut, sehingga dari tidak mengenal apa itu PPNI, kita akan menjadi masyarakat keperawatan yang mencintai dan untuk selanjut berusaha menjadikan PPNI sebagai satu-satunya wadah bagi masyarakat keperawatan  untuk mencapai cita-cita yang diinginkan.

  1. B. Tujuan

Adapun tujuan dari penulisan makalah ini adalah :

  1. Agar masyarakat keperawatan Indonesia mendapatkan pengetahuan mengenai sejarah berdirinya PPNI.
  2. Agar masyarakat keperawatan Indonesia mengetahui tujuan, peran dan tugas PPNI sebagai satu-satunya organisasi profesi.
  3. Membahas issue yang berhubungan antara PPNI dengan masyarakat keperawatan Indonesia.

B A B  II

K O N S E P   T E O R I

 

 

  1. A. Persatuan Perawat Nasional Indonesia

A.1 Sejarah singkat

Persatuan Perawat Nasional Indonesia adalah perhimpunan seluruh perawat di Indonesia, yang didirikan pada tanggal 17 maret 1974. sebagai fusi dari beberapa organisasi keperawatan yang ada sebelumnya, PPNI mengalami beberapa kali perubahan bentuk dan nama. Embrio PPNI adalah Perkumpulan Kaum Verpleger Boemibatera (PKVB) tahun 1921. pada saat itu profesi perawat sangat dihormati masyarakat berkenaan dengan tugas mulia yang dilakukan dalam merawat orang yang sakit. Lahirnya Sumpah Pemuda 1928, mendorong perubahan nama PKVB menjadi Perkumpulan Kaum Verpleger Indonesia (PKVI). Pergantian kata Boemibatera pada PKVB menjadi Indonesia tidak lepas dari semangat nasionalisme Indonesia. PKVI bertahan sampai tahun 1942, berhubungan dengan kemenangan tentara jepang terhadap sekutu dan dimulainya penjajahan jepang terhadap Indonesia, perkembangan keperawatan di Indonesia mengalami kemunduran dan disebut zaman gelap keperawatan di Indonesia. Pelayanan keperawatan mengalami kemunduran karena pekerjaan perawat digantikan oleh mereka yang tidak memahami keperawatan. Demikian pula organisasi profesi tidak jelas keberadaannya.

Bersamaan dengan proklamasi kemerdekaan 17 agustus 1945, telah tumbuh organisasi profesi keperawatan. Setidaknya ada tiga organisasi profesi antara tahun 1945-1954 yaitu; Persatuan Djuru Kesehatan Indonesia (PDKI), Persatuan Djuru Rawat Islam (Perjurais) dan Sarikat Buruh Kesehatan (SBK). Pada tahun 1951 terjadi pembaharuan organisasi profesi keperawatan yaitu terjadi fusi, organisasi yang ada menjadi Persatuan Djuru Kesehatan Indonesia (PDKI) sebagai upaya konsolidasi organisasi profesi tahap mengikutsertakan SBK karena terlibat pada pemberontakan PKI.

Dalam kurun waktu 1951-1959 diadakan kongres di Bandung dan mengubah nama PDKI menjadi Persatuan Pegawai Dalam Kesehatan Indonesia (PDKI) dengan keanggotaannya tidak saja meliputi perawat. Demikian pula pada tahun 1959-1974, terjadi pengelompokan organisasi keperawatan. Diantaranya; Ikatan Perawat Wanita Indonesia (IPWI), Ikatan Guru Perawat Indonesia (IGPI) dan Ikatan Perawat Indonesia (IPI).

Pada tanggal 17 maret 1974 seluruh organisasi keperawatan terkecuali Serikat Buruh Kesehatan bergabung menjadi satu organisasi profesi tingkat nasional dengan nama “Persatuan Perawat Nasional Indonesia” (PPNI). Nama inilah yang resmi dipakai sebagai nama organisasi profesi keperawatan di  Indonesia hingga saat ini dan tgl 17 maret ditetapkan sebagai hari lahirnya PPNI.

A.2 Tujuan Organisasi

Adapun tujuan dari pendirian PPNI adalah : menciptakan persatuan dan kesatuan yang kokoh sesama tenaga keperawatan, meningkatkan mutu pelayanan dan upaya kesehatan, mengembangkan dan prestasi kerja tenaga keperawatan sejalan dengan peningkatan kesejahteraan tenaga keperawatan, menjalin hubungan kerjasama dengan organisasi lain dan lembaga lain didalam maupun diluar negeri.

A.3 Peran Organisasi

Peran PPNI sebagai organisasi profesi adalah :

  1. Pembinaan anggota profesi

Peran ini dilakukan dengan cara menentukan kualifikasi anggota, menetapkan legislasi dan kode etik, serta mengembangkan karir dan kesejahteraan anggota (Kelly, 1981). Kualifikasi anggota profesi didasarkan pada keahlian, otonomi dan komitmen terhadap profesi serta tanggung jawab terhadap masyarakat.

Legislasi berperan sebagai dasar hukum untuk melindungi masyrakat dan anggota profesi dari praktek keperawatan yang tidak berkualitas . menurut Lieberman,1970 Legislasi adalah suatu ketetapan atau ketentuan hukum yang mengatur hak dan kewajiban seseorang yang berhubungan erat dengan tindakan.

  1. Pengembangan iptek keperawatan.

Pembinaan dan pengembangan kemampuan perawat dalam mengembangkan iptek keperawatan ditumbuhkan dengan                   menciptakan iklim untuk memacu kegiatan riset, misalnya menambah kemampuan perawat dalam melakukan riset, menggunakan hasil-hasil riset keperawatan dalam praktek keperawatan.

Perkembangan iptek  kesehatan/keperawatan  dapat menyebabkan klien berada dalam lingkungan yang bersifat high technology dengan pelayanan keperawatan yang high touch.

  1. Menjamin pelayanan keperawatan yang berkualitas dan dapat dipertanggungjawabkan.

Peran ini meliputi ; perumusan standar profesi, registrasi dan pemberian lisensi. Standar dalam pelayanan keperawatan merupakan peraturan yang menjadi patokan boleh tidaknya dilakukan praktek keperawatan, sedangkan standar dalam pendidikan berguna sebagai alat akreditasi mutu pendidikan.

Registrasi merupakan pencatatan secara resmi nama seseorang berdasarkan hasil penilaian dari aspek profesi dan hukum yang memungkinkannya melakukan praktek keprofesian.

A.4 Tugas pokok

PPNI mempunyai tugas-tugas pokok yang telah ditetapkan bersama, yaitu;

  1. Di bidang Pembinaan Organisasi, PPNI bertugas membina kelembagaan, anggota dan kader kepemimpinan.
  1. Di bidang Pembinaan Profesi, PPNI bertugas meningkatkan mutu pelayanan, pendidikan dan latihan, pengabdian masyarakat, penghayatan dan pengamalan kode etik keperawatan, mengupayakan terbentuknya peraturan perundang-undangan keperawatan serta mengembangkan ilmu pengetahuan dan teknologi keperawatan.
  1. Di bidang Pembinaan Kesejahteraan Anggota, PPNI bertugas membimbing, mengupayakan kemudahan-kemudahan bagi tenaga keperawatan untuk mendapatkan kesejahteraan lahir dan bathin.
  1. Dibidang Pembinaan Kerjasama, PPNI bertugas membina hubungan dan kerjasama dengan organisasi lain dan lembaga didalam dan luar negeri.
  1. B. Issue

Masih adanya sebagian masyarakat keperawatan di Indonesia yang belum tahu apa itu organisasi PPNI dan apa saja kontribusinya yang telah diberikan PPNI dalam memajukan dunia keperawatan di Indonesia.

 

 

 

B A B  III

P E M B A H A S A N

Sejak lahirnya, sampai dengan sekarang PPNI telah banyak melakukan berbagai upaya untuk memajukan dunia keperawatan di Indonesia, merubah paradigma keperawatan yang pada awalnya bersifat vokasional menuju ke pelayanan yang profesional dengan cara pengembangan aspek pendidikan, iptek keperawatan dan kehidupan keprofesian. Namun dalam kenyataannya masih ada sebagian masyarakat keperawatan di Indonesia yang masih awam dengan nama PPNI.

Menurut penulis ada beberapa faktor yang mempengaruhi hal tersebut diatas, diantaranya : masih kurangnya sosialisasi yang dilakukan oleh PPNI ke seluruh masyarakat keperawatan yang ada di Indonesia terutama sekali yang berada didaerah-daerah (kabupaten dan kecamatan) tentang tujuan, peran dan tugas PPNI tersebut dalam dunia keperawatan di Indonesia, belum adanya suatu format khusus untuk memasukkan organisasi PPNI ini sebagai salah satu materi yang harus diberikan pada institusi-institusi pendidikan yang melaksanakan pendidikan keperawatan, kalaupun ada masih dapat dihitung, kurangnya rasa memiliki oleh masyarakat keperawatan Indonesia terhadap organisasi PPNI.

Masih kurangnya sosialisasi, menurut penulis ini disebabkan karena masih terbatasnya sumber dana yang dimiliki oleh PPNI. Seperti kita ketahui untuk melakukan sosialisasi dan pengembangan suatu organisasi dibutuhkan sumber dana yang tidak sedikit, apalagi saat ini Indonesia memiliki lebih kurang tiga puluh provinsi dan hampir lima ratus kabupaten tingkat II. Hal inilah yang membuat proses sosialisasi sedikit terhambat, namun dengan keterbatasan ini organisasi PPNI tetap berusaha untuk melakukan sosialisasi dan pengembangan organisasi yang pada saat ini dapat kita lihat hampir disetiap provinsi sudah berdiri Dewan Pimpinan Daerah (DPD) tingkat provinsi dan diikuti dengan DPD tingkat kabupaten dan kota .

Perlu dimasukkannya organisasi PPNI kedalam kurikulum pendidikan keperawatan di Indonesia, dengan masuknya organisasi PPNI kedalam kurikulum pendidikan keperawatan di Indonesia diharapkan sosialisasi mengenai tujuan, peran dan tugas dari organisasi ini dapat terlaksana dengan baik sehingga peserta didik keperawatan mengetahui dari awal tentang organisasi PPNI.

Kurangnya rasa memiliki oleh sebagian masyarakat keperawatan Indonesia terhadap PPNI, menurut penulis ini dikarenakan masyarakat keperawatan Indonesia masih ada yang  belum mengenal organisasi ini, seperti kata pepatah “ tak kenal maka tak sayang, tak sayang maka tak cinta ”, sebagian lagi masih menganggap PPNI belum memberikan kontribusi yang nyata bagi dunia keperawatan di Indonesia khususnya bagi para anggota organisasi. Hal ini dapat terlihat masih adanya masyarakat keperawatan yang belum mau untuk bergabung dengan PPNI, padahal PPNI merupakan satu-satunya wadah untuk menampung, memadukan, menyalurkan dan memperjuangkan aspirasi masyarakat keperawatan di Indonesia serta mengembangkan keprofesian dan kesejahteraan tenaga keperawatan.

Dengan telah diberlakukannya Kep.Men.Kes. no: 1239/ 2001 tentang  Registrasi, Legislasi dan Lisensi Praktek Keperawatan yang bertujuan untuk menjaga kualitas dari pelayanan keperawatan yang diberikan, melindungi masyarakat terhadap kelalaian dalam menerima pelayanan dari tenaga keperawatan dan melindungi tenaga keperawatan dari tuntutan hukum. Adanya keputusan tersebut membuat masyarakat keperawatan Indonesia mau tidak mau harus masuk menjadi anggota organisasi untuk memperoleh Surat Izin Perawat (SIP), Surat Izin Kerja (SIK), dan Surat Izin Praktek Perawat (SIPP) agar mempermudah tenaga keperawatan dalam memberikan pelayanan keperawatan dimanapun mereka berada.

Menurut pendapat penulis, PPNI telah mampu melaksanakan tugasnya untuk mengangkat derajat keperawatan di Indonesia walaupun masih ada kelemahan-kelemahan yang harus dibenahi oleh organisasi profesi ini. Tidak akan ada profesi lain yang akan memajukan organisasi PPNI kecuali kita masyarakat keperawatan itu sendiri.

 

 

 

 

 

B A B  I V

P E N U T U P

 

 

A.        Kesimpulan

Dari pembahasan di bab sebelumnya, dapat penulis tarik kesimpulan,

yaitu ; Organisasi PPNI merupakan satu-satunya wadah bagi masyarakat keperawatan Indonesia yang bertujuan; untuk memantapkan persatuan dan kesatuan antar tenaga keperawatan, meningkatkan mutu pelayanan keperawatan dan upaya kesehatan, mengembangkan karir dan prestasi kerja tenaga keperawatan sejalan dengan peningkatan kesejahteraan tenaga keperawatan dan meningkatkan hubungan kerjasama dengan organisasi lain dan lembaga lain didalam maupun diluar negeri. Dalam perkembangannya PPNI telah mampu mengubah paradigma keperawatan di Indonesia dari yang bersifat vokasional menuju ke profesional, tangguh dan mandiri.

B.        Saran

Sebagai masyarakat keperawatan di Indonesia, marilah kita bersama-sama mengembangkan  organisasi PPNI ke depan agar apa yang kita cita-cita terhadap dunia keperawatan di Indonesia dapat terwujud.

10 thoughts on “PPNI

    • seseorang yang bisa dikatakan sebagai perawat apabila dia telah menyelesaikan pendidikan perawat dan teregistrasi melalui anggota profesi (uraian dari Kepmenkes 1796 tahun 2011)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s